Posted by : Unknown Minggu, 10 April 2016




Minggu, 19 Oktober 2014


Angin malam menusuk lembut kulitku malam ini. Ketika penjaga malam mulai bersinar, kutatap wajahnya dalam-dalam. Bintang-bintang masih berjajar rapi membentuk garis yang berinisialkan namamu diangkasa. Rembulan pun masih duduk disinggah sananya dan tersenyum bahagia melihat keceriaanku akhir-akhir ini, tanpa setetes air yang biasanya jatuh dipipi. Malam ini masih sama seperti kemarin. Cerah.

Setiap malam kumengingatmu. Berharap pesan singkatmu melayang diponselku. Menemani hari-hari sepiku tanpa seseorang. Kamu mulai mengisi disetiap lembaran-lembaran hatiku, memenuhi disudut-sudut otakku yang kosong. Kamu ada disetiap ku ingin membutuhkanmu. Kamu hampir menjadi bagian dari hari-hariku. Pesan singkat, kecupan berbentuk tulisan, dan canda tawa kita terkadang memecah keheningan malam.  Tapi semua berubah ketika kamu sudah dekat denga dia, yang juga teman dekatmu itu. Tapi.. ah yasudahlah lupakan saja.. -_-‘

Malam ini, ketika aku ingin mengetahui kabarmu dengan ditatap wajah sang malam. Ketika pesan singkat kita saling beradu memeriahkan suasana malam ini. Ketika tiba-tiba ponselku berdering tanpa sepengetahuanku. Dan aku ingin kamu mengulanginya lagi. Dan getaran ponselku yang kedua aku angkat. Terdengar desah suaramu diseberang telepon.

“Halo, assalamualaikum..” ,sapa doraemon</3.
“Halo, waalaikumsalam..”, jawabku.
Hening beberapa detik.
“Hey, ada apa eg, Io??”
“Ehh, gaada apa2 kok…”
Suara gemeresek mengganggu suasana.
“Eh, kamu ini diluar kah??”
“Haahhhh aapaaaa…????”
“Kamu ini diluar??”
“Ohh, aku di ruang tamu kok.”
“Oh yaudah”

Suara denting piano mulai bersahutan.
Ting tung tang ting tong (perasaan suara piana nggak kaya gitu)
“Hey, kamu dengar nggak??”
Suara piano lagi….
“Iya.. Iyaa, dengar koo…”
Tiba-tiba nada lagu A Thousand Years pun mengalun lembut. Diiringi desah suaramu yang tenggelam dalam alunan denting piano. Aku pun terhanyut dalam  kesyahduan yang kau ciptakan. Memecah kesunyian malam dengan bintang yang berjaga malam ini. Terdengar samar desah suaramu tenggelam dalam alunan denting piano.

Intro…………………….
…..heart beat fast
Color and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall..
But watching you stand alone
All of my doubt
Suddenly goes away somehow

One step closer….

I have a died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have love you for a thousand years
I love you for a thousand more….
…..
…….
Desah suaramu terdengar samar. Aku ikut menyanyi dalam hati sambil menikmati disetiap denting piano dan merekam disetiap kata yang kau hembuskan dengan  lembut malam ini.
Ketika lagu itu habis seketika kita mulai berdialog sebentar.

“Hahaha.. jelek eg...”, katamu sambil tertawa kecil.
“Bagus banget, kok. Main lagi taahhh…”, pintaku sambil merengek.
“Nggak lah, jelek og..”
“Bagus kok, Ioo…”
“Iyadeh. Ganti lagu yaa..”

Suara denting piano..

Ting tung tang tong teng.
“Hemm salah kan jadinya…”
“Em yayayaaa…”

Seketika terdengar nada lagu Someone Like You. Masih sama seperti tadi. Desah suaramu yang samar tenggelam dam alunan denting piano..

Intro…..
I heard that you settled down
That you found a girl and your married now….
I heard that you dreams came true
Guess she gave you things
I didn’t give to you

Old friend, why are you so shy
And I like to you hold
Back or hide from the lie
……..
Never mind I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me I bag
I remember you said
“Sometimes in lasts in love. But sometimes in hurts instead…” 2x
………………………
Back to reff dan blablablablabla……

Akhirnya lagu itu pun selesai dan kembali kita berdialog sebentar.

“Bateraiku habis, Pong. Hahaha..”, katamu.
“Hala kamu kok nggak dicharger dulu..”
“Udah yaa.. Tak main sendiri lagi..”
“Hala lagi tahh, Iiiooo…”
“Bateraiku habis, Poongg…”
“Hehe.. yauda deh kalo gitu.”
“Yaudah ya, assalamualaikum..”
“Yaa waalaikumsalam..”

Dua lagi sudah lebih dari cukup bagiku. Denting piano, lagu A Thousand Years dan Someone like you menjadi sakasi malam ini. Setidaknya sudah mencairkan segenggam rindu dalam hati. J
08:32 waktu panggilan*

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Ini Blog Tentang Cerpen - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -