- Back to Home »
- Senyum Sapaan
Posted by : Unknown
Minggu, 10 April 2016
Selamat siang, Tuan.
Semenjak perkenalan kita dua tahun ini, dan
kebersamaan kita tanpa dialog diorganisasi yang kita ikuti bersama. Sepertinya
baru tadi siang anda menyapa saya dengan seutas senyum dari wajah anda.
Menyenangkan sekali. Ketika saya beranjak pulang dan
melewati sekelompok tamu dari Karimun Jawa, anda, dengan jas biru dongker
SMANBA melangkah berpapasan dengan saya. Mungkin yang ada dipikiran anda saya
hanyalah teman biasa yang berjalan dengan dua tongkat berada didepan anda.
Saya mengetahui betul, tatapan mata anda menuju
kearah saya dan tersenyum polos, juga seperti mengangguk kecil ketika melihat
saya. Bertemu anda dengan begitu jelasnya membuat saya jatuh hati (lagi) kepada
anda. Setiap kali bertemu anda.
Setelah apa yang saya dengar dari teman tentang
anda, tapi itu tidak menghiraukan saya untuk terus mengagumi anda. Bagaimanapun
juga, orang yang kita kagumi selalu sempurna dimata kita, tidak melihat
kekurangan. Justru menutupi kekurangan itu dengan rasa sayang yang kita miliki.
Saya bahagia tadi siang. Setelah senyum sapaan anda
melayang, setelah kita berpapasan, dibelakang anda saya tertawa, tersenyum
bahagia. Sungguh!! Saya ingin mengulangi tadi siang.
Mungkin singkat saja untuk malam ini. Ternyata ketika
kita mengagumi orang itu, setiap kita melihatnya kita akan selalu jatuh hati.
Tapi ketika tidak bertemu lupa, dan ketika bertemu dengan orang itu lagi dan
memberikan kesan tersendiri kepada kita, kita akan tambah jatuh hati kepada
orang itu.
Selamat malam, Tuan N.