- Back to Home »
- Nothing Impossible!! :’)
Posted by : Unknown
Minggu, 10 April 2016
Sudah satu tahun kita bersama di satu organisasi
yang sama ini. Dirimu yang selalu ku puja dalam diam, ku tatap dalam
keheningan, dan kipikirkan dalam lamunan. Membuatku semakin penasaran dengan
sifat cuek yang menjadi cirri khasmu itu. Aku berusaha memahami
kemisteriusanmu, Tuan.
Entah hal apa yang bisa membuatku jatuh seperti ini.
Terlebih disetiap aku menyapamu yang takkau hiraukan sama sekali. Tapi hal itu
cukup membuatku semakin ingin lebih dekat denganmu. Terkadang hati ini tergores luka saat aku
melihat kamu dengan orang lain. Tapi, siapa aku? Aku bukan siapa-siapamu!
Di setiap event yang kita ikuti bersama, aku sangat
bahagia jika bisa melihatmu meski hanya wajah samping manismu itu. Kau yang
selalu jalan berlalu didepan mataku dan menciptakan getaran hebat dijantung
ini. Cukup melihatmu saja aku sudah bisa tersenyum. Saat waktu aku jaga
gerbang, kamu lewat tanpa permisi, tanpa ekspresi, dan tanpa senyuman sepercik
pun. Tapi, aku suka itu. Kamu dengan motor kesayanganmu itu, helm putih, tas
punggung warna hitam, dan seragam putih abu-abumu semakin membuatku terpikat
dengan seribu pesona yang kamu miliki. Wajah lugumu disorot oleh sinar mentari
pagi, hembusan nafas dan detak jantung ini berhenti saat kamu lewat didepanku.
Namun, aku ditakdirkan untuk menjadi pemuja rahasia saja.
Dulu.. Aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan,
mencuri kabarmu dari social media yang tak tersentuh. Aku juga bahagia saat
bisa menggenggam tanganmu saat bersalaman di bukber capas malam itu. Iya, sungguh.
Hanya bisa mengagumimu dari kejauhan dan memilikmu hanyalah angan-angan.
Tapi... Semuanya berbeda ketika kita saling bertukar pandang.
Sesuatu yang tak pernah kuharapakan dan kubayangkan
dari dulu. Sesuatu yang teramat sangat tidak mungkin bagiku. Sesuatu yang
membuatku terjubak dalam pusaran arus deras yang mematikan ini. Sesuatu yang
membuatku jatuh terlalu dalam di jurang yang sedalm dan securam ini. Ya, semua
ini terjadi padaku. Sosokmu yang begitu misterius tiba-tiba hadir dengan seribu
harapan yang kamu miliki.
Berawal dari inbox di fesbuk itu, membuatku semakin
bertanya-tanya apakah semua ini mimpi atau nyata. Aku pun berterimakasih atas
bahasa Jepang yang kubisa dan yang membuatmu tertarik untuk menginboxku.
Terlebih disaat kamu meminta nomor hapeku lewat inbox itu. Hari Selasa, 23 Juli
menjadi hari bersejarah untukku. Karena malam itu untuk pertama kalinya seorang
kamu mengirim pesan singkat kepadaku. Hahaha :D tidak lucu! Bukankah didunia
ini tidak ada yang mungkin? Lalu semua itu apakah mimpi atau hanya delusi
belaka? Entahlah. Tapi semua ini memang sudah terjadi padaku. Sesuatu yang
tidak mungkin akhirnya mungkim terjadi.
Kita pun mulai saling mengisi hari demi hari. Dengan
sebuah pesan singkat dan saling menunggu kabar yang akan melayang dimasing-masing
ponsel. Saling berbagi cerita satu sama lain. Saling bercanda tawa dengan
segudang topic yang kita perbincangkan. Aku masih tidak percaya bahwa semua ini
akan terjadi padaku. Yang dulu aku kira hanya delusi dan hanya sebuah mimpi
yang tak pernah bisa ku capai.
Ternyata kamu tidak secuek apa yang aku kira. Tapi
kamu sepehape apa yang tidak aku kira. Nahlohh?? *Lupakan sajalahh..
Dan.. Setelah sekian lama kita tidak bertemu diakhir
bulan ramadhan kemarin. Tadi, akhirnya aku bisa berjumpa denganmu lagi dalam
acara halal bi halal passus dan dewan passus. Hari yang sangat bahagia untukku.
Kamu, dengan baju lengan pendek berwarna merah tua kecoklatan dan motor
kesayanganmu itu semakin menarik perhatianku. Datang dengan berbagai suatu hal
yang membahagiakan untukku.
Disetiap berhenti dirumah guru yang kita kunjungi
bersama. Dengan tatapan tajam, aku memandangimu diam-diam, menatapmu
dalam-dalam, mendengar desah suaramu dalam alunan, melihat wajah manismu dari
kejauhan. Kamu yang sedang asyik bercengkrama dengan teman-temanmu itu semakin
mencuri perhatianku. Tawa renyah seakan menjadi music indah yang kudengar siang
tadi. Sepercik senyum manis seakan menjadi pemandangan indah yang tidak bisa
aku lupakan sampai detik ini. Dan.. Tatapan mata yang aku harapkan dari dulu
pun menuju kearahku.
Dari jauh terlihat samar. Dirimu yang selalu ku
delusikan akhirnya menjadi kenyataan. Tidak hanya di mimpi, tapi ini memang
benar-benar nyata. Waktu siang tadi rasanya sangat tidak cukup untuk
memandangimu lebih lama lagi. Meski tidak bersalaman, meski tak terucap sepatah
kata pun. Setidaknya aku bisa melihatmu dengan hatiku hari ini.
Aku pun mulai menaruh harapan dan kepercayaan
padamu. Terlebih disaat aku mulai menunggu pesan singkat yang akan kamu
layangkan diponselku dan segenggam rindu yang menggumpal dalam hati dan hanya
bisa mencair dengan sebuah pertemuan. Tapi.. Sepertinya aku membuat kesalahan
lagi padamu. Aku dengan polosnya bilang bahwa orang itu adalah kamu. Semua yang
aku ceritakan padamu adalah kamu. Semua yang pernah kamu baca adalah kamu. Iya,
kamu.
Tadi sore kamu kasih aku harapan tinggi, tinggiiiiii
banget. Tapi kamu jatuhin gitu aja tanpa rasa bersalah, tanpa ekspresi tak
berdosa. Jangan kasih harapan ke aku kalo kamu gabisa buktiin. Setidaknya aku
merasa bahagia untuk hari ini. Untuk keajaiban hari ini aku sangat bersyukur
kepada Tuhan. Thankyou J
Dari pemuja rahasiamu
yang
selalu menatapmu diam-diam
Yang sekarang mulai
menyayangimu dengan penuh harapan :’)