Posted by : Unknown Minggu, 10 April 2016




Jum’at, 11 Juli 2014

Sebuah pertemanan yang cukup berbeda bagiku. Diantara banyaknya orang yang hanya menjadikanku persinggahan, kamu sudah mencuri beberapa butir perhatianku. Sesuatu yang tidak pernah kubayangkan dan kuharapkan sebelumnya. Mungkin ini sudah menjadi scenario yang telah disiapkan oleh Tuhan. Ya, semoga saja.

Kamu mulai mengisi ruang dan setiap sudut-sudut kosong dihatiku. Disetiap pertemuan kita yang seperti dan mungkin terlihat berbeda dari teman atau sahabat seperti biasanya. Aku sangat berterimakasih untuk organisasi yang telah mendekatkan kita berdua sehingga kita bisa sedekat dan sehangat ini. Jauh sebelum itu, dimataku, kamu adalah sosok asing yang membuatku terkagum-kagum dengan bakat yang kau miliki itu. Dimataku, kamu terlihat sempurna.

Kita menjalani hari seperti biasa. Disetiap kegiatan kita selalu bertemu. Disetiap ada event, atau pun hanya sekedar jalan-jalan, kamu bersedia untuk menyisakan tempat duduk kosong dimotormu itu. Dengan beat warna putih, helm hitam, dan kemeja kotak-kotak yang merupakan cirri khasmu serta menjadi daya pikatku terhadapmu. Waktu itu kita hanya teman dan Cuma teman sekolah saja, tidak lebih.

Seiring berjalannya waktu, sudah satu tahun kita berada dalam satu organisasi yang sama. Aku tidak kaget ketika mendengar kamu sedang dekat dengan kakak kelas yang kamu cintai itu. Yang juga merupakan kakak asuhku di organisasi yang kita ikuti bersama. Kurasa itu dulu.

Sekarang kita saling mendekat, mengerti satu sama lain. Semenjak kepergian dia dihatiku, kamu menjadi pemegang tahta dihati tanpa kekuasaan ini. Kamu, iya kamu. Kamu sudah membuatku nyaman berada didekatmu. Aku suka tingkah lakumu, tingkah konyolmu, dan semua yang ada pada dirimu. Aku sadar, aku tidak boleh menaruh harapan tinggi padamu. Iya, aku tahu itu.

Teringat disaat kita berdua saling berdekatan, dan mungkin teramat sangat dekat (bagiku). Hari Minggu tanggal enam Juli duaribuempatbelas. Disaat yang lain asyik mengobrol, aku sengaja mendekat dan berada disampingmu. Bersandar dipundakmu, merasakan aroma segar tubuhmu, mendengar desah suaramu, tidur di pangkuanmu, terlebih disaat kamu memegang tanganku. Semua itu cukup menyamankan seorang wanita yang sedang kesepian. Itu aku. Serta panggilan sayangmu terhadapku yang mungkin kau anggap hanya lelucon belaka, hanya permainan saja. Dalam ruangan itu aku dan kamu cukup (bisa dibilang) mesra untuk seorang teman. Apakah kamu berpikir bahwa aku jatuh cinta padamu? Haha.. Bukan! Sungguh! Tuan, tenang saja. Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu. Kamu hanya sandaran hati ini ketika sepi. Tapi, bolehkah aku melebihkan ini? Jika boleh jujur, (mungkin) aku akan menyayangimu, (mungkin) aku akan mengagumi. Ya, cukup. Hanya ketertarikan sesaat saja.

Tapi.. Disetiap perhatian yang kau berikan dan panggilan (yang kusebut ‘sayang’) itu menurutmu apakah hanya bualan semata?  Iya, itu kamu, bukan aku. Disetiap pesan singkat yang kamu melayang diponselku, aku selalu berharap bahwa orang itu adalah kamu. Disetiap (yang sering kusebut) perhatianmu padaku cukup membuatku berteriak didalam hati.

Aku tidak dapat berkata banyak. Bahkan disaat aku kehabisan inspirasi seperti ini, kamu sudah membangkitkanku dari keterpurukan yang selama ini mendarah daging bersamaku. Kamu mulai membangun kepercayaan dalam diri ini. Membangun semangat dan asa yang berkobar. Bahkan diantara bola mataku yang sudah ingin mengatup ini aku terperanjat untuk menulis sebuah cerita yang tidak sempurna ini. 

Tuan, tenang saja. Aku tidak akan dan tidak mungkin jatuh cinta padamu. Begitu sebaliknya. Apalagi kamu yang termata sangat tidak mungkin jatuh cinta pada manusia seperti aku ini. Ini hanyalah ketertarikan sesaat saja. Kita hanya teman dan Cuma sekedar teman sekolah satu organisasi. Iya kan? Cukup bisa membuatku nyaman dan bisa melupakan masa lalu yang selama ini mengiktaku erat-erat.  Sekali lagi, ini hanya ketertariakan sesaat.

Terimakasih mumumuku, yang sudah membuatku nyaman dan menghapus butir demi butir masa lalu itu. Terimakasih, kamuku.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Ini Blog Tentang Cerpen - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -